SEA Games 2019: Terus Dapat Kritikan, Filipina Siap Menerimanya

0
14
SEA Games 2019 terlengkap di www.kumparan.com
SEA Games 2019 terlengkap di www.kumparan.com

Pemerintah Filipina banyak menuai kritik setelah dianggap gagal menjadi tuan rumah SEA Games 2019 di Manila. Ini berkaitan dengan kesiapan venue dan sejumlah masalah logistik.

Seperti dilaporkan beberapa media, pelayanan yang diberikan negara itu untuk para atlet dan tamu SEA Games 2019 tersebut tidak memadai.

Financial Times melaporkan pada Kamis (28/11/2019) bahwa para atlet yang seharusnya berlaga di ajang bergengsi tersebut tidak mendapat pelayanan yang layak. Mereka tidak mendapatkan hotel untuk menginap, sehingga terpaksa harus tidur di lantai sebuah gedung beramai-ramai.

Beberapa venue SEA Games 2019, termasuk Stadion Rizal Memorial, tempat pertandingan sepak bola putra, juga dikabarkan belum selesai direnovasi pada saat acara pembukaan semakin dekat. Acara pembukaan akan digelar pada Sabtu 30 November besok.

Berita itu langsung tersebar luas di berbagai media lokal dan internasional. Menanggapi hal itu, pemerintah Filipina mengatakan akan menerima semua kritik tersebut dan menjadikannya pelajaran untuk lebih baik ke depannya.

“Sejumlah kritik telah muncul tentang bagaimana PHISGOC [Panitia Penyelenggara Sea Games 2019] menangani logistik dari acara penting ini, dan ini harus diterima dan dipertimbangkan untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukannya,” kata Juru Bicara Kepresidenan, Salvador Panelo dalam sebuah pernyataan, dikutip beberapa media, termasuk media lokal, Manila Times.

PHISGOC atau Philippine Southeast Asian Games Organizing Committee merupakan Panitia Penyelenggara SEA Games Filipina. Lembaga ini adalah entitas swasta yang diberi wewenang oleh Presiden Rodrigo Duterte untuk mengatur dan mengadakan SEA Games.

“Para kritikus ada benarnya. Memang ada yang salah dengan persiapannya,” lanjutnya, sebagaimana dikutip dari Rappler.

Manila Times mengungkapkan, PHISGOC, yang dipimpin oleh Alan Peter Cayetano, telah diberondong oleh beberapa kontroversi, mulai dari tuduhan pengadaan bahan-bahan yang mahal, tidak mampu mengangkut tim sepak bola dari negara lain ke hotel masing-masing, kartu pers yang campur aduk dan sarapan yang tidak memadai untuk para atlet, ke tempat olahraga yang belum selesai.

Berita TerkiniJokowiPolriPolda Metro JayaTNIKebakaranKecelakaan Lalu LintasPembunuhanPemerkosaanPerampokanPenganiayaanBegalPelecehan SeksualKekerasan AnakGempaGanjil GenapAnies BaswedanJakartaTolPilkada Serentak 2020Ridwan KamilEdy RahmayadiGanjar PranowoKhofifah Indar ParawansaGempa BumiWisataPilkadaPilwakotPilkada 2020Pilpres 2024Kabinet Jokowi Jilid IIMunas GolkarNadiem MakarimAmandemen UUD 1945Pemilu AS 2020BrexitKPKOTT KPKAntam NovambarSetya NovantoCPNSPertaminaDolar ASRupiahLowongan KerjaHarga EmasSusi PudjiastutiSEA Games 2019Liga InggrisLiga ItaliaLiga EuropaLiga ChampionsPSSICristiano RonaldoMohamed SalahLiga 1Timnas IndonesiaMotoGPValentino RossiMarc MarquezPersib BandungCollection, kumparanDerma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here