Jokowi Paparkan Visi Misi Presiden 5 Tahun ke Depan

0
311
Berita Terkini Joko Widodo terlengkap di kumparan.com
Berita Terkini Joko Widodo di kumparan.com

Presiden Jokowi memaparkan visi misinya sebagai Presiden 5 tahun ke depan. Sejumlah program dijabarkan, salah satunya program rumah untuk milenial.

“Pembangunan perumahan, kurang lebih 13 juta rumah, terutama untuk anak-anak muda, milenial banyak yang belum memiliki rumah makanya 2015 kita bangun 700 ribu rumah, lalu 2016 sebanyak 700 ribu rumah, 2017 sebanyak 800 ribu rumah, 2018 sejumlah 1 juta rumah yang sudah kita selesaikan,” kata Joko Widodo dalam salah satu acara yang disiarkan stasiun televisi swasta bertajuk ‘Visi Presiden’ seperti dilansir Antara, Senin (14/1/2019).

Jokowi mengatakan pemerintah akan menyediakan fasilitas uang muka dan fasilitas yang berbeda untuk perumahan. Fasilitas keuangan perumahan yang disebut akan lebih memudahkan keluarga muda mendapatkan perumahan.

Jokowi kemudian bercerita tentang pentingnya infrastruktur bagi kehidupan masyarakat. Dia mengaku menjadi salah satu orang yang menikmati perubahan karena pembangunan infrastruktur tersebut.

“Saya ingat tahun 1985 saya sering, 2-3 hari sekali saya naik bus dari Solo ke Jakarta, memakan waktu kurang lebih 12-13 jam karena harus lewat jembatan, yang masih sempit, kemudian ‘ngantre’ baru maju lagi, kemudian jalan belum bagus, sekarang, setelah kita memiliki jalan tol, saya perkirakan Solo-Jakarta atau Jakarta-Solo hanya 6 jam,” tutur beliau.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan pemerintah pada tahun 2017 sudah menyelesaikan 789 kilometer jalan tol dan pada 2019 ditargetkan selesai 1.852 kilometer. Selain itu, lanjut Joko Widodo, pemerintah juga membangun 10 bandara baru dan pembangunan jalan-jalan di perbatasan.

Ada pula 8 bendungan yang berhasil diselesaikan dari total target 38 bendungan. Menurut Presiden Joko Widodo, bendungan ini sangat diperlukan untuk memberikan air dan irigasi ke sawah-sawah.

“Tapi yang ingin saya sampaikan, sawah baru 11 persen yang menerima air dari bendungan yang ada tapi setelah 58 bendungan selesai akan melompat menjadi 20 persen sawah dialiri, ini angkanya juga masih kecil, makanya bendungan waduk masih diperlukan untuk memberikan air dan irigasi ke sawah-sawah petani kita,” ujarnya.

Jokowi lantas bicara soal perlunya keputusan politik yang tegas dalam menyelesaikan pembangunan jalan tol. Menurut dia, kadang ada beberapa keputusan politik yang perlu diselesaikan di lapangan.

Dia mengakui memang banyak masalah yang ditemukan di lapangan. Masalah itu, kata Jokowi, akan selesai jika seorang pemimpin berani turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikannya.

Salah satu yang dicontohkan Jokowi terkait masalah yang ditemukan di lapangan itu adalah Tol Trans Jawa. Menurut dia, target awal penyelesaian Trans Jawa mundur karena adanya masalah di lapangan itu.

Terlepas dari itu, dia bersyukur atas pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Dia berharap pembangunan itu menjadi momentum perubahan Indonesia di masa yang akan datang.

Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk dapatkan berita terkini dan terlengkap seputar news, bola/sports.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here