5 Pernyataan Pedas Jokowi: Sontoloyo hingga Kompor

0
64
Menjelang tiga bulan masa kampanye Pilpres 2019, Presiden Jokowi bereaksi atas berbagai tudingan terhadap dirinya. Joko Widodo kini tak segan melontarkan pernyataan yang cukup pedas dan menjadi pusat perhatian, mulai Sontoloyo hingga kompor.
Rangkaian pernyataan pedas Presiden Indonesia ini pun mengundang banyak reaksi, termasuk dari kubu Prabowo Subianto. Berikut 5 pernyataan pedas Presiden Joko Widodo yang menyita perhatian.
1. Sontoloyo
Ungkapan Sontoloyo diucapkannya saat membagikan sertifikat tanah kepada 5.000 warga dari 18 kelurahan di Jakarta Selatan Oktober lalu. Dalam kesempatan tersebut, ia menyinggung soal dana kelurahan yang menjadi polemik karena ulah politikus yang hendak mempengaruhi masyarakat.
Jokowi menyatakan bahwa tak sedikit juga politikus yang baik-baik dan “politikus sontoloyo. Capres nomor urut 01 itu menambahkan, politisi sontoloyo merujuk kepada mereka yang masih menggunakan cara-cara tak sehat demi mendapat simpati rakyat di ajang pemilu.
2. Genderuwo
Selain sontoloyo, Jokowi mengeluarkan kata sindiran genderuwo. Ungkapan itu ditujukan kepada politikus-politikus tanah air yang menurutnya hanya menakuti rakyat. Hal ini disampaikan Jokowi saat membagikan sertifikat tanah di Tegal, Jawa Tengah pada 9 November 2018.
Jokowi, pembagian sertifikat tanah, tegalJokowi membagikan sertifikat tanah untuk rakyat di Tegal, Jumat (9/11/2018). (Foto:Dok. Biro Pers Setpres)
Jokowi menyebut, politikus genderuwo tidak memiliki sopan santun politik yang baik, yang membuat masyarakatnya ketakutan.
3. Tempe Tebal
Sementara itu, Jokowi akhirnya merespons ucapan tempe setipis ATM dari Sandiaga Uno dengan blusukan ke Pasar Lawang Suryakencana di Kota Bogor, Jawa Barat 30 Oktober silam. Dari hasil blusukan, didapati harga tempe masih stabil. Untuk yang kecil harganya Rp 4 ribu sedangkan yang besar Rp 10 ribu.
“Harganya tetap. Tadi melihat sendiri. Ya, (ukurannya) tebal,” ucap Jokowi kepada wartawan
Jokowi, blusukan, Pasar Lawang Suryakancana, BogorPresiden Jokowi blusukan ke Pasar Lawang Suryakancana, Bogor. (Foto:Jihad Akbar/kumparan)
4. Tabok
Beredarnya isu PKI yang ditujukan kepada dirinya membuat Jokowi geram. Dalam beberapa kesempatan, Jokowi kerap curhat mengapa banyak masyarakat yang masih percaya berita hoaks tersebut. Salah satunya pada acara penyerahan sertifikat tanah di Lampung Tengah.
“Ini yang kadang-kadang, haduh, mau saya tabok orangnya di mana, saya cari betul,” kata Jokowi di Lapangan Tennis Indoor Pemda Lampung Tengah, Jumat (23/11).
5. Kompor
Yang terbaru, Presiden Joko Widodo menyebut banyak kompor-kompor yang memanasi suasana politik di Pilpres 2019. Ungkapan tersebut disampaikan Jokowi saat menerima gelar adat Komering, Raja Balaq mangkuk Negara, di Griya Agung, Palembang, Minggu (25/11).
Jokowi, Iriana, Gelar Adat Komering, PalembangJokowi dan Iriana terima Gelar Adat Komering di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (25/11/2018). (Foto:Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
“Kita ini saudara, sebangsa, dan setanah air. Jangan lupakan itu. Ini karena banyak kompor. Karena dipanas-panasi, dikompor-kompori, jadi panas semuanya,” kata Joko Widodo di lokasi.
Bahkan Joko Widodo menyebut, ada warga yang ikut majelis taklim karena perbedaan pilihan politik, tidak saling sapa karena dikomporin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here