Puan Maharani Serahkan Keputusan Mundur dari PDIP ke Ahok

0
20
Puan Maharani
Puan Maharani

Ketua DPR Puan Maharani akan menghormati segala keputusan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jika nantinya ditunjuk menjadi pejabat salah satu BUMN. Termasuk jika ia mundur dari PDIP sebagai Kader.

“Ya sampai saat ini Pak Ahok itu hanya sebagai anggota bukan di struktur dari partai politik. Jadi kalau memang misalnya harus mundur sebagai anggota ya itu hak beliau untuk bisa menjalankan tugas lain,” kata Puan Maharani usai mengikuti acara di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (21/11/2019).
Menurut politisi PDI-P itu, Ahok pada dasarnya tidak harus mundur sebagai kader kader jika harus duduk dalam jabatan tertentu. Meski demikian, lanjut Puan, jika memang ada syarat yang mewajibkan Ahok mundur saat dipilih sebagai pejabat BUMN, PDI-P tak akan mempermasalahkannya.
“Kalau itu memang jadi syarat ya enggak ada masalah kalau beliau mundur sebagai anggota. Itu hak beliau, gitu,” kata Puan Maharani.
Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman meralat pernyataannya soal kewajiban Ahok mundur dari PDI-P jika menjabat bos BUMN.
Awalnya, Fadjroel yang juga Komisaris Utama PT Adhi Karya ini menyebut bahwa Ahok harus mundur dari kader PDI-P jika sudah menjabat pimpinan perusahaan plat merah. Namun, Fadjroel mengakui keliru. Menurut dia, Ahok tidak harus mundur karena statusnya hanya sebagai kader, bukan pengurus partai.
Fadjroel mengacu pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-02/MBU/02/2015. Fadjroel mengaku baru menyadari aturan tersebut tak mengharuskan kader parpol untuk mundur setelah berbicara dengan Menteri BUMN Erick Thohir.
“Kalau pengurus parpol menurut Permen BUMN harus mengundurkan diri, kader tidak masalah,” ujarnya kepada wartawan, Senin (18/11/2019).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here