Harga Emas Dunia Kini Kembali Meredup

0
29
Harga emas terlengkap di kumparan.com
Harga emas terlengkap di kumparan.com

Harga emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange terlihat melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat. Pelemahan ini terjadi setelah mengalami kenaikan besar selama empat sesi berturut-turut.

Melansir Xinhua, Kamis (27/6), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus turun USD3,3 atau 0,23 persen menjadi USD1.414,1 per ons. Indeks dolar AS, yang mengukur enam mata uang utama, naik 0,02 persen menjadi 97,16.

Sementara itu, logam mulia lainnya, perak, untuk pengiriman Juli turun 0,6 sen atau 0,04 persen menjadi USD15.294 per ons. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD7,5 atau 0,92 persen menjadi USD822 per ons.

Harga emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar menguat, emas berjangka akan jatuh sebagai emas. Investasi safe haven ini dihargai dalam dolar AS sehingga menjadi mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Pada Rabu, 26 Juni 2019, kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik USD0,5 atau 0,04 persen menjadi USD1.418,7 per ons.Investasi logam mulia itu didorong oleh melemahnya ekuitas di Amerika Serikat (AS).

Sementara logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 7,7 sen atau 0,5 persen menjadi USD15,3 per ons. Serta platinum untuk pengiriman Juli turun USD1,9 atau 0,23 persen menjadi USD809,8 per ons.

FedWatch CME Group sebelumnya menyatakan ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga mencapai 100 persen, dengan 70,8 persen peluang penurunan atau 25 basis poin. Ketidakpastian perdagangan jelas membebani kepercayaan konsumen, sebagaimana ditunjukkan oleh sebuah kelompok riset bisnis yang dirilis Selasa.

Indeks kepercayaan konsumen Conference Board, ukuran utama ekonomi AS merosot ke 121,5 pada Juni, terendah sejak September 2017. Sementara pada Mei direvisi ke bawah menjadi 131,3.

Indeks situasi yang didasarkan pada penilaian konsumen terhadap kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja saat ini, menurun dari 170,7 menjadi 162,6. Penurunan ini didorong oleh penilaian yang kurang menguntungkan terhadap kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja.

Sedangkan indeks ekspektasi, yang didasarkan pada prospek jangka pendek konsumen untuk kondisi pendapatan, bisnis dan pasar tenaga kerja, menurun dari 105 bulan lalu menjadi 94,1 bulan ini.

Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk dapatkan berita terkini dan terlengkap Joko WidodoMa’ruf AminKPKAgus Harimurti YudhoyonoSusilo Bambang YudhoyonoSBYMegawati SoekarnoputriRidwan KamilAnies BaswedanSusi PudjiastutiGanjar PranowoGibran RakabumingIriana JokowiWirantoPolriLowongan KerjaHarga EmasTimnas IndonesiaHabib RizieqMotoGPValentino RossiMarc MarquezPersib BandungPersija Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here